Selasa, 26 Maret 2013

Tulisan 2 : Teori Kepribadian Sehat

Teori Kepribadian Sehat

1.      Aliran Psikoanalisa

Psikoanalisis merupakan suatu bentuk model kepribadian. Teori ini sendriri pertama kali diperkenalkan oleh Sigmun Freud (1856-1938). Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual. Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga memggangu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis.

Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa. Psikoanalisis mempunyai metode untuk membongkar gangguan – gangguan yang terdapat dalam ketidaksadaran ini, antara lain dengan metode analisis mimpi dan metode asosiasi bebas.
Teori psikologi Freud didasari pada keyakinan bahwa dalam diri manusia terdapat suatu energi psikis yang sangat dinamis. Energi psikis inilah yang mendorong individu untuk bertingkah laku. Menurut psikoanalisis, energi psikis itu berasumsi pada fungsi psikis yang berbeda yaitu: Id, Ego dan Super Ego.














ID

Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan-dorongan biologis manusia, atau disebut juga pusat insting (hawa hafsu). Ada insting yang dominan yaitu Libido yaitu insting reproduktif untuk tujuan-tujuan konstruktif insting ini juga disebut juga insting kehidupan/eros misalnya dorongan seksual dll dan Thanatos yaitu insting destruktif dan agresif atau insting ini disebut juga insting kematian. Id adalah tabiat Hewani manusia yang bergerak bedasarkan kesenangan semata dan besifat egoistis walaupun Id dapat melahirkan keinginan tetapi ia tidak dapat memuaskan keinginannya.

EGO

Ego berfungsi menjembatani tuntutan-tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego adalah mediator antara hasrat-hasrat hewani dan tuntutan rasional dan realistic. Ego bekerja berdasarkan prinsip realitas.

SUPEREGO

Superego adalah “polisi kepribadian” yang mewakili dunia ideal. Superego adalah inti nurani (conscience) yang merupakan internalisasi dari norma-norma sosial dan cultural masyarakatnya.
Secara singkat, dalam psikoanalisis perilaku manusia merupakan interaksi antara komponen biologis (id), komponen psikologis (ego), dan komponen sosial (superego) dan kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis yaitu apabila ke tiga subsistem itu terbentuk secara baik tanpa ada salah satu sisi yang lebih dominan.

2.      Aliran Behavioristik



aliran ini diprakasai oleh John.B.Watson yang dalam teori ini menyatakan bahwa subjek psikologi dibatasi oleh studi mengenai perilaku dan kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi dan menolak pendapat bahwa pikiran sebagai subjek psikologi. Behavioralisme lahir sebagai reaksi terhadap instropeksionisme (yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan-laporan subjektif) behavioralisme ini hanya menganalisis perilaku yang nampak saja, yang dapat di ukur, dilukiskan dan diramalkan, secara psikologis, ini berarti bahwa seluruh perilaku manusia, kepribadian dan temperamen ditentukan oleh pengalaman indrawi.

Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting, yaitu :
1.      Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku.
2.    Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3.    Memfokuskan pada perilaku binatang. Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang.
Jadi kepribadian yang sehat menurut aliran ini adalah tergantung pada apa yang dialami dan di pelajari di masa lalunya,karena apapun yang terjadi dan di pelajari di masa lampau akan sangat berpengaruh pada aspek kesehatan mental di masa yang akan datang.

3.      Aliran Humanistic

Aliran ini dianggap sebagai revolusi ketiga dalam psikologi dan aliran ini diprakasai oleh Abraham Maslow,Rogers dan Jung dalam aliran ini menyatakan bahwa ilmuwan perilaku harus belajar memahami manusia sebagai individu tetapi tetap sebagai makhluk umum dan universal. Dan aliran ini berfokus pada pengembangan dirinya serta humanisme yakin bahwa manusia dalam dirinya memiliki potensi untuk berkembang sehat dan kreatif, dan jika orang mau menerima tanggung jawab dalam hidupnya sendiri, dia akan menyadari potensinya, mengatasi pengaruh kuat dari pendidikan orang tua, sekolah, dan tekanan sosial lainnya, pada intinya pandangan psikologi humanism adalah setiap manusia hidup dalam dunia pengalaman yang bersifat pribadi dimana dia (sang aku, ku, atau diriku) menjadi pusatnya.



Kepribadian yang sehat menurut humanistic, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri:

1) Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
2) Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
3) Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
4) Jujur; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
5) Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
6) Memikul tanggung jawab.
7) Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
8) Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya .

Pendapat Allport Tentang Kesehatan Mental

1.Pendapat Allport dalam membahas manusia.

Menurut Allport individu lebih merupakan makhluk masa kini daripada makhluk masa lampau. Allport mengemukakan bahwa dengan memakai sebagai model mesin, hewan, anak-anak, tidak didapatkan dasar yang cukup kuat untuk menyusun teori yang bermanfaat mengenai tingkah laku manusia. Tingkah laku manusia menimbulkan pesimis terhadap kemungkinan yang terdapat dalam metode dan teori psikologi untuk menerangi tingkah laku manusia itu. Sifat kompoleks yang ada pada manusia itu terlalu besar untuk dimengerti secara sempurna oleh metode dan konsepsi ahli psikologi.

2. Perkembangan proporium sebagai dasar perkembangan yang sehat.

1. Diri Jasmaniah
2. Identitas Diri
3. Harga Diri
4. Perluasan Diri
5. Gambaran Diri
6. Diri Sebagai Perilaku Rasional
7. Perjuangan Diri

Ketujuh hal inilah yang menjadi landasan dalam menyikapi proporium sebagai landasan dasar perkembangan yang sehat.

3. Ciri kepribadian yang matang menurut Allport.

1. Perluasan perasaan diri
 Ketika pengalaman bertumbuh maka, dalam diri seseorang semakin luas meliputi nilai-nilai dan cita-cita yang sangat tidak nyata. Orang yang dewasa dalam menentukan sikap, dia akan membuat perhatian-perhatian di luar diri. Menjadi seorang partisipan langsung dan penuh. Melakukan suatu aktivitas yang relevan dan penting bagi diri dan harus berharga. Dan hal itu dapt memperluas dirinya.

2. Hubungan diri yang hangat dengan orang lain
 Allport membedakan dua macam hal yaitu :

– Kapasitas untuk keintiman.
 Mampu memperlihatkan keintiman (cinta) terhadap orang tua, anak, partner, teman akrab. Hasil dari kapasitas keintiman dalah suatu perluasan diri yang berkembang baik. Orang mengungkapkan partisipasi otentik dengan orang yang dicintainya dan memperhatikan kesejahteraannya. Cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat, tidak melumpuhkan atau mengikat.

– Kapasitas untuk perasaan terharu
Orang yang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kapasitas untuk memahami kesakitan-kesakitan, penderitaan-penderitaan, ketakutan-ketakutan, kegagalan-kegagalan, atau keputusasaan yang merupakan ciri kehidupan manusia yang sudah tidak dapat dipungkiri lagi.

3.Keamanan emosional
Kepribadian yang matang atau dewasa mampu menerima emosi-emosi manusia atau teanan-tekanan dari lingkungan sekitar, mereka bukan terperangkap dari emosi-emosi mereka, dan mereka juga tidak bersembunyi dari emosi. Dapat mengendalikan emosi, sehingga emosi tidak mengganggu aktivitas-aktivitas antar pribadi.

4. Persepsi realistis
Orang yang matang memandang dunia mereka secara objektif. Mereka menerima realitas sebagaimana adanya. Dalam artian tidak mengada-ngada dan tidak bertindak subjektif.

5. Keterampilan–keterampilan dan tugas–tugas
Kemenangan dalam melakukan pekerjaan menunjukkan perkembangan keterampilan-keterampilan dan bakat-bakat tertentu suatu tingkatan kemampuan. Menggunakan keterampilan itu secara ikhlas, antusias, melibatkan dan menempatkan diri sepenuhnya terhadap pekerjaan kita.dalam artian hal-hal yang seperti itulah yang mampu membuat suatu keberhasilan bagi diri kita.

6. Pemahaman diri
Orang yang memiliki suatu pemahaman diri yang tinggi tidak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya yang negatif kepada orang lain. Dia mampu mengaplikasikan keberadaan dirinya sesuai pada tempatnya.

7.Filsafat hidup yang mempersatukan
Allport menekankan bahwa nilai-nilai adalah sangat penting bagi perkembangan suatu filsafat hidup yang mempersatukan. Individu dapat memilih yang berhubungan dengan dirinya sendiri atau mungkin nilai itu luas dan dimiliki oleh banyak orang. Penentuan nilai itu sendrilah yang dapat membuat perkembangan yang semakin terlihat jelas, apalagi dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi Tugas :

Basuki, Heru. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Lur Rochman, Kholil.(2010). Kesehatan Mental.Purwokerto: STAIN press.

Nurihsan, J. 2007.Teori Kepribadian.Bandung : T Remaja Rosdakarya

Puspitawati, I. Dwi Riyanti, Hendro Prabowo.(1996). Seri Diktat Kuliah Psikologi Umum I. Jakarta. Gunadarma.

Riyanti, Dwi B.P., Prabowo, Hendro. (1998). Seri diktat kuliah psikologi umum 2. Depok: Universitas Gunadarma.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar