Rabu, 17 Desember 2014

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN (SIM)



A.    PENGERTIAN SIM

            Sistem informasi manajemen atau lebih dikenal SIM merupakan suatu sistem yang biasanya diterapkan dalam suatu sistem yang biasanya diterapkan dalam suatu organsasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan informasi yang dihasilkan dibutuhkan oleh semua tingkatan manajemen atau dengan kata lain teknik pengelolaan informasi dalam suatu organisasi.

Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi  yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya. Gagasan sebuah system informasi yang demikian itu telah ada sebelum munculnya komputer. Namun computer membuat gagasan tersebut menjadi kenyataan. Organisasi selalu membutuhkan sistem-sistem untuk mengumpulkan , mengolah, menyimpan, melihat kembali, dan menyalurkan informasi. Komputer telah menambahkan sebuah teknologi baru dan ampuh pada system informasi. Akibatnya, sebuah system informasi berdasarkan computer akan betul-betul berbeda dengan sistem-sistem yang diolah secara manual atau elektro-mekanis. Siatem informasi manajemen digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida, diimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi untuk pengolahan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya; lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari; lapisan ketiga terdiri dari sumber daya system informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen; dan lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi untuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat puncak manajemen.

Gordon B. Davis mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah system pemakai yang terintegrasi yang menyediakan informasi untuk menunjang operasi-operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak computer dan prosedur-prosedur manual; model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan dan suatu data base.


Beberapa manfaat atau fungsi SIM :
1.      Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai tanpa mengharuskan adanya perantara sistem informasi.
2.      Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
3.      Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
4.      Mengidentifikasikan kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung system informasi.
5.      Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
6.      Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari system informasi dan teknologi baru.
7.      Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan.
8.      Organisasi menggunakan sistem informasi untuk mengolah transaksi-transaksi  , mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
9.      Bank menggunakan system informasi untuk mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening Koran dan transaksi yang terjadi.
 

KONSEP SIM

Pada dasarnya konsep system organisasional ini memiliki hubungan antara system organisasi. Bagaimana system tersebut dapat bisa terorganisasi dengan baik. System itu sendiri adalah seperangkat komponen yang saling berhubungan dan saling bekerja sama untuk mencapai beberapa tujuan. System informasi adalah kumpulan pada hardware dan software computer, prosedur, dokumentasi, formulir dan orang yang bertanggungjawab untuk memperoleh, menggerakkan, manajemen, distribusi data dan informasi. Proses yang harus diikuti dalam pengembangan suatu system yang baik disebut System Analysis and Design (SA&D).
Proses SA&D ini didasarkan pada pendekatan system untuk mengatasi suatu masalah yang disebabkan oleh beberapa prinsip dasar berikut ini :
a.       Seorang manajer harus tahu apa yang dilakukan oleh suatu sistem sebelum membuat spesifikasi bagaimana suatu sistem bekerja.
b.      Memilih cakupan yang tepat atas keadaan yang dianalisa akan berpengaruh terhadap masalah apa yang bisa diatasi dan yang tidak.
c.       Suatu masalah (sistem) sebenarnya terdiri dari beberapa masalah, sehingga strategi yang tepat adalah mengurutkan masalah yang besar ke masalah yang kecil.
d.      Pemecahan suatu masalah antara satu bagian dengan bagian lain mungkin sekali berbeda, sehingga pemecahan alternative yang menunjukan perspektif yang berbeda hendaknya dibuat  dan diperbandingkan sebelum hasil akhir dipilih.
e.       Masalah dan pemahamannya berubah ketika dilakukan analisa, sehingga seorang manajer harus mengambil pendekatan bertahap terhadap pemecahan masalah. Hal ini memungkinkan komitmen yang terus bertambah terhadap pemecahana masalah tertentu.


PERANAN SIM DALAM PEMECAHAN MASALAH

1.      Peranan interpersonal
a.       Figure pimpinan : manajer melakukan tugas-tugas seremonial seperti memberikan tour ke fasilitas abagi tamu yang berkunjung.
b.      Pimpinan : manajer memelihara unitnya dengan mempekerjakan dan melatih staf serta memberikan motivasi dan semangat.
c.       Hubungan : manajer melakukan kontak dengan orang-orang diluar unti manajer itu sendiri dengan tujuan menjalankan urusan-urusan bisnis.

2.      Peranan informasional
a.       Monitor : manajer terus mencari informasi yang berisi kinerja unitnya,
b.      Desimenator : manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak-pihak lain di dalam unitnya.
c.       Juru bicara : manajer meneruskan informasi yang berharga ke pihak diluar unit.

3.      Peranan keputusan
a.       Wirausaha : manajer melakukan perbaikan yang permanen terhadap unit, seperti merubah struktur organisasi
b.      Penanganan gangguan : manajer memberikan reaksi terhadap peristiwa-peristiwa yang tidak diantisiapsi sebelumnya, seperti devaluasi mata uang di Negara-negara asing dimana perusahaan memiliki operasi.
c.       Pengalokasi sumber daya : manajer mengendalikan kas unitnya, menentukan sub unit mana yang akan menerima sumber daya.
d.      Negosiator : manajer menyelesaikan perselisihan yang terjadi di dalam unit dan antar unit dengan lingkungannya.
 




Sumber :

Davis, Gordon, 1993. Kerangka Dasar Sistem Informasi Manajemen. Pustaka Binaman Pressindo, Jakarta.
G. Murdick, Robert / E. Ross, Joel / R. Claggett, James, 1997. Sistem Informasi untuk Manajemen Modern. Erlangga, Jakarta.
Hasibuan, Malayu S.P, 2008. Manajemen: Dasar, Pengertian, dan masalah. Bumi Aksara, Jakarta.
Jr, Raymond McLeod, 1997. Sistem Informasi Manajemen Versi Bahasa Indonesia. Prenhallindo, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar